Novel (eps 3) Selesai.
------------------------------------- "Gue benci dibohongin. Maka dari itu, gue juga engga akan pernah bohong ke orang lain. Paham?" Saat itu juga, Luvi membuka matanya. Pikirannya tadi sudah kemana-mana. Persetan dengan pikirannya. Samuel bangun, begitu pula dengan Luvi. Mereka berdua saling bertatapan. Hanya beberapa detik, setelah itu, Samuel pergi dari hadapan Luvi. Luvi hanya melihat Samuel yang berjalan menjauhinya. Luvi kembali terduduk, dia ambruk. Entahlah, Luvi merasa kakinya benar-benar lemas. Tangan Luvi tergerak untuk memegang dadanya. Tangannya pun dapat merasakan detak jantungnya yang tidak karuan itu. "Gila, dia bener, gue gila." ❄❄❄